Dilema, Sekolah dengan Teknologi Digital dan Kekhawatiran Learning Loss

Jakarta, Literasi Indonesia – Ungkapan kekhawatiran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Medikbud) Nadiem Makarim tentang learning loss bila belajar tatap muka tidak dimulai, adalah sebuah dilema. Beberapa bulan lalu, Nadiem mengungkapkan harapannya untuk pendidikan Indonesia setelah masa krisis COVID-19 telah usai. Ia mengatakan bahwa walaupun pembelajaran dalam jaringan (daring) masih tidak ideal, namun nantinya jika dikombinasikan dengan pembelajaran tatap muka potensi pembelajaran siswa akan luar biasa. “Walaupun masih tidak ideal dan masih tidak optimal, memang pembelajaran dengan metode tatap muka itu banyak positifnya tapi jika kita menggunakan dan dikombinasikan dengan teknologi…

Teknologi Digital, Tumpuan Utama Keberlangsungan Pendidikan

Jakarta, Literasi Indonesia – Pandemi corona Covid-19 hingga kini menjadi isu utama.  Masyarakat harus bisa beradaptasi dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin sesuai anjuran dari pemerintah. Banyak sektor yang perlu diperhatikan oleh pemerintah saat ini, mulai dari sektor pendidikan, dan juga kesehatan. Pandemi Covid-19 yang belum bisa dipastikan kapan akan berakhir, pemanfaatan teknologi menjadi cara yang paling tepat agar roda pendidikan bisa tetap berlangsung dan terus berjalan. “Yang utama dan paling penting adalah jaringan, bahwa pemerintah harus memastikan bahwa jaringan internet di Indonesia bisa dinikmati oleh rakyat Indonesia dari Sabang…

Mengenal ISO 21001:2018; Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan

Literasi Indonesia – Secara ringkasnya, standar ini adalah upaya untuk memberikan panduan (yang berupa persyaratan) kepada organisasi pendidikan baik formal maupun non formal dalam mengatur sistemisasi manajemennya. Pada pendahuluannya, standar ini kembali menegaskan bahwa fungsi panduan ini adalah sebagai alat manajemen untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi pendidikan. Yang spesial dari standar ini adalah sasaran yang dinginkan, yaitu: 1) Persyaratan dari peserta didik, penerima manfaat lainnya, staff (tenaga pendidik dan tenaga kependidikan) dan pelanggan terpenuhi; 2) Secara bersamaan, interaksi dengan pihak terkait dinaikkan pada level yang lebih tinggi.…