Mengenal Ilmu Forensik Kebahasaan

LITERASI INDONESIA – Forensik kebahasaan atau linguistik forensik merupakan cabang ilmu linguistik yang mempelajari dan mengkaji ilmu bahasa dalam ranah hukum. Cabang linguistik ini mengkaji secara lebih dalam tentang penggunaan bahasa yang digunakan oleh seseorang yang terlibat dalam suatu kasus. Dikatakan oleh E. Aminudin Aziz, ada sebuah dalil dalam filsafat linguistik, yaitu hakikat makna berada pada minda seorang penutur atau The True Meaning Lies Behind The Speaker’s Mind. Menurutnya, jika berbicara tentang hakikat berbahasa, maka bagaimanapun bisa dikatakan bahwa berbahasa itu sesungguhnya adalah berwacana. “Dalam konteks ini yang kita maksud…

Kemenag Gelar Kompetisi Robotik Madrasah 2021 Oktober Mendatang

Literasi Indonesia – Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag bersiap kembali menggelar Kompetisi Robotik Madrasah (KRM) 2021. Direktur KSKK Madrasah, Muh. Ishom Yusqi berharap bahwa kompetisi ini menjadi wadah bagi kreativitas siswa-siswi madrasah. Dengan mengusung sportivitas dan semangat kreatif, Ishom mengimbau agar kompetisi ini benar-benar lahir dari kreatifitas para siswa. “Tujuan utama kompetisi ini adalah untuk memaksimalkan dan mendorong potensi para siswa madrasah untuk menyalurkan kreatifitasnya secara sportif,” ujarnya di Serpong, Kamis (24/6/2021). Mengusung tema ‘Robot for Global Pandemic’, Ishom berharap…

Kesehatan Mental Menjadi Konsekuensi Pandemi Terbesar yang Akan Kita Hadapi

Literasi Indonesia – Hidup penuh tekanan sebelum pandemi, tetapi tantangan baru telah memberikan kontribusi tambahan. Homeschooling virtual, tetap aman, kesulitan keuangan, teleworking, mengikuti informasi baru dan mengatasi penyakit dan kematian dapat membuat hidup terasa seperti permainan Whac-a-Mole yang tidak pernah berakhir. Kita memasuki tahun kedua pandemi. Inilah yang terjadi selanjutnya. Dengan kemajuan dalam upaya vaksin Covid-19 dan prediksi kapan masyarakat akan menerimanya, tampaknya ada titik terang di ujung terowongan pandemi yang panjang dan mengerikan. Namun, karena risiko fisik dikelola dengan lebih baik dengan vaksin, apa yang kemungkinan akan tetap ada…

Penelitian Baru untuk Membantu Mengobati Gangguan Kecemasan

Literasi Indonesia – Para peneliti di Italia telah mengidentifikasi perbedaan struktural dan fungsional pada otak orang-orang dengan kecemasan sementara dan kronis. Perbedaan-perbedaan ini dapat berfungsi untuk meningkatkan diagnosis dan pengobatan kecemasan. Perasaan cemas adalah hal yang biasa. Sebagian besar dari kita, pada satu waktu atau lainnya, merasa khawatir tentang hasil di masa depan, baik itu hasil tes, kebutuhan finansial, atau tujuan yang berhubungan dengan pekerjaan. Tetapi ketika perasaan ini bertahan lama dan tidak berhubungan hanya dengan satu kekhawatiran tertentu, kecemasan bisa menjadi kondisi jangka panjang. Meskipun berasal dari otak, kecemasan…

Lukisan Gua Tertua Dunia di Sulawesi Terancam Perubahan Iklim

Literasi Indonesia – Para arkeolog bekerja sama dengan peneliti dari Griffith university Australia menemukan sejumlah lukisan gua atau seni cadas yang diyakini paling awal muncul di dunia. Kini mulai menghilang dengan percepatan waktu yang kian dikhawatirkan akibat perubahan iklim. Salah satu lukisan cadas gua yang menjadi perhatian dalam penelitian tersebut, merupakan lukisan gua tertua di Indonesia, sekaligus di dunia yang berada di kawasan kars Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. Lukisan yang ada sejak 45.000 tahun yang lalu ini, diyakini sebagai penggambaran artistik tertua dari adegan berburu dan kehidupan makhluk purba. Salah satu faktor…

Perkuat Literasi Digitalisasi Nasional, Kominfo Gandeng Japelidi dan Siberkreasi,

Literasi Indonesia – Dalam rangka mendukung program Literasi Digital Nasional, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi meluncurkan Seri Modul Literasi Digital. Adapun program Literasi Digital Nasional adalah langkah pemerintah untuk memperkuat kecakapan masyarakat dalam menggunakan teknologi dan media digital secara komprehensif. Dengan kata lain, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu mengoperasikan teknologi, tapi juga paham cara bermedia digital dengan penuh tanggung jawab. Ada empat tema besar yang diulas dalam Seri Modul Literasi Digital terkait digital skills, digital culture, digital ethics, dan digital safety. Tema…

Literasi Sains Berbasis Kelas, Apa yang harus Diperhatikan?

Literasi Indonesia – Literasi sains dapat diartikan sebagai pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasar fakta. Selain itu, juga memahami karakteristik sains, kesadaran bagaimana sains dan teknologi membentuk lingkungan alam, intelektual, dan budaya, serta kemauan untuk terlibat dan peduli terhadap isu-isu yang terkait sains (OECD, 2016). National Research Council (2012) menyatakan bahwa rangkaian kompetensi ilmiah yang dibutuhkan pada literasi sains mencerminkan pandangan bahwa sains adalah ansambel dari praktik sosial dan epistemik yang umum pada semua ilmu pengetahuan, yang membingkai…

Pentingnya Literasi Sains di Sekolah, Guru Wajib Tahu

Literasi Indonesia – Literasi sains merupakan kunci utama untuk menghadapi berbagai tantangan pada abad XXI untuk mencukupi kebutuhan air dan makanan, pengendalian penyakit, menghasilkan energi yang cukup, dan menghadapi perubahan iklim (UNEP, 2012). Banyak isu yang timbul di tingkat lokal ketika individu berhadapan dengan keputusan berkaitan dengan praktik-praktik yang memengaruhi kesehatan dan persediaan makanan, penggunaan bahan dan teknologi baru yang tepat, dan keputusan tentang penggunaan energi. Sains dan teknologi memiliki kontribusi utama terkait dengan semua tantangan di atas dan semua tantangan tidak akan terselesaikan jika individu tidak memiliki kesadaran sains.…

Tahun Ini Bumi Berputar Lebih Cepat, Apakah Ada Dampak pada Kehidupan Manusia?

Literasi Indonesia – Para ilmuwan membuat penemuan yang mengejutkan. Mereka menemukan bahwa Bumi mulai berputar lebih cepat yang mengakibatkan hari lebih pendek. Setidaknya, perputaran Bumi saat ini lebih cepat dibanding kapan pun dalam 50 tahun terakhir. Menurut catatan selama 50 tahun terakhir, rekor 28 hari tercepat atau terpendek terjadi pada 2020. Ini karena Bumi menyelesaikan rotasi di sekitar porosnya lebih cepat sekian milidetik daripada rata-rata. Dilansir dari BBC Science Focus Magazine, Selasa (1/6/2021), hingga saat ini, para ilmuwan tidak sepenuhnya yakin apa yang menyebabkan peningkatan laju rotasi bumi yang berdampak…