Tradisi Pacu Jawi di Ranah Minang, Makna dan Nilai yang Terkandung

Literasi Indonesia – Sebagian masyarakat mungkin mengenal tradisi karapan sapi khas Madura, Jawa Timur. Tapi ternyata adapula balapan sapi di Sumatera Barat. Bahkan tradisi turun temurun di Tanah Minangkabau ini ternyata sudah mendunia alias go internasional. Pacu Jawi namanya. Mengutip laman tanahdatar.go.id, Rabu (2/6), pacu Jawi merupakan alek anak nagari Kabupaten Tanah Datar yang dilaksanakan setiap usai panen padi. “Namun saat ini, pacu jawi tidak lagi sekedar tradisi, melainkan telah menjadi tujuan wisatawan dari mancanegara. Ini ditunggu turis asing,” mengutip penjelasan situs tersebut. Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur atas panen yang…

Menikmati Sensasi Keindahan Gua Rangko

Literasi Indonesia – Ada sejumlah daerah di Indonesia yang memiliki objek wisata petualangan berupa penelusuran gua dengan kolam alami berair jernih di dalamnya. Salah satunya adalah Gua Rangko, salah satu objek wisata alam di Labuan Bajo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Letaknya berada di ujung utara dari Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat tersebut. Menuju ke sana, dapat dicapai dengan berkendara selama satu jam melalui jalur darat dengan jalan yang sudah beraspal, meskipun beberapa tempat kondisi sedikit berbatu. Gua ini masuk wilayah administrasi Desa Rangko, Kecamatan Boleng. Kendati demikian, letak persis…

Pesona Koto Tinggi, Daerah yang Pernah Jadi Ibukota Negara

Literasi Indonesia – Nama Koto Tinggi di Kabupaten Limapuluh Kota memang tidak sepopuler daerah lainnya di Sumbar. Namun, nagari yang terletak di deretan Bukit Barisan ini mampu membius pelancong yang berkunjung. Memasuki wilayah yang ada dalam Kecamatan Gunung Omeh ini, mata pengunjung dimanjakan pemandangan hijau dan kuning. Hijaunya daun berpadu apik dengan warna kuning buah jeruk yang siap untuk dipanen. Selain keindahan alamnya, Koto Tinggi juga menyimpan sejarah yang tak terpisah dari perjalanan bangsa Indonesia. Tak banyak yang tahu, Nagari ini adalah Ibu Kota Republik Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat…

Napak Tilas ke Situs Manusia Kerdil di Gua Liang Bua

Literasi Indonesia – Keindahan yang dimiliki oleh Nusa Tenggara Timur (NTT), memang tidak diragukan lagi. Melancong ke Nusa Tenggara Timur rasanya tak melulu harus datang ke destinasi yang sudah sering dikunjungi oleh wisatawan lokal atau mancanegara. Potensi pariwisata yang dimiliki NTT memang luar biasa dan digadang-gadang menjadi “The Next Bali”. Banyak juga yang memberi julukan “NTT adalah Surga Indonesia” atau “NTT Seperti Dunia Lain di Nusantara” . Tak heran bila majalah Focus dari Jerman menyebutkan bahwa Nusa Tenggara Timur sebagai pulai terindah di dunia. Provinsi ini menyimpan begitu banyak keajaiban…

Cagar Buah Condet, Upaya Menjaga Identitas Asli Betawi

Literasi Indonesia – Bagi sebagian warga Jakarta, barangkali banyak yang belum mengetahui tentang keberadaan perkebunan buah yang terletak di kawasan Condet, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.  Lokasinya yang berada tepat di tengah-tengah pemukiman padat penduduk menjadikan kebun buah ini tertutup dan tak tampak dari ruas jalan raya. Disebut sebagai Cagar Buah Condet, area seluas 3,7 hektar ini merupakan sisa lahan perkebunan milik warga asli Condet yang akhirnya diserahkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk dijadikan kawasan pelestarian tanaman buah khas Betawi, yaitu salak condet dan duku condet. Menurut Mpok…

Mengenal Lontara, Aksara Mendunia dari Bugis

Literasi Indonesia – Nusantara kita memiliki budaya dan adat istiadat yang sangat kaya dan beragam. Dalam catatan Badan Pusat Statistik dari hasil Sensus Penduduk 2010 saja disebutkan terdapat 1.340 kelompok suku di Indonesia. Salah satunya adalah masyarakat suku Bugis yang mendiami sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka umumnya menempati daerah-daerah di Kabupaten Luwu, Wajo, Soppeng, Bone, Sidenreng Rappang, Pinrang, dan Barru. Bugis berasal dari kata to ugi yang berarti orang Bugis. Penamaan ugi merujuk pada raja pertama kerajaan Tiongkok di Pammana, Kabupaten Wajo saat ini, yaitu La Sattumpugi.…

Mengenal Lipa Saqbe, Tenun Sutra Cantik Warisan Mandar

Literasi Indonesia – Keberagaman suku dan kebudayaan di Indonesia telah memunculkan beraneka produk kebudayaan, salah satunya adalah wastra. Diambil dari bahasa Sansekerta, wastra secara etimologis dimaknai sebagai sehelai kain dengan corak khusus yang dibubuhkan di atasnya dan memiliki makna tertentu. Kita biasa menyebut wastra sebagai kain tradisional yang tidak hanya mencakup pada falsafah, tapi juga simbol sejarah kebudayaan dan tradisi dari suatu etnis. Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat terdapat lebih dari 1.000 etnis yang berdiam di nusantara dan menciptakan wastranya sendiri. Ini menjadikan negara kita sebagai rumah wastra…

Promosi Budaya, RBI Terbangkan Warga Jepang ke Semarang

Literasi Indonesia – Rumah Budaya Indonesia (RBI) Tokyo menggelar promosi budaya bulanan dengan tema Visit Semarang. Format acara RBI Tokyo selama masa pandemi tahun 2021 dibuat dalam bentuk promosi budaya, wisata dan kuliner dengan metode hibrida atau kombinasi daring dan luring. Visit Semarang menampilkan informasi tujuan wisata di Semarang yang disajikan oleh fotografer dan penerjemah berkebangsaan Jepang yang fasih berbahasa Jawa, Katsumata Naohiro. Selain itu ditampilkan pula Tari Semarangan dari kelompok Duta Melati dan cara pembuatan Lumpia Semarang oleh Ai. Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan ini, baik peserta yang sudah…

Nilai Luhur di Negeri Wolio, Kesultanan Islam di Masa Silam

Literasi Indonesia — Buton adalah kabupaten yang terletak di sebelah tenggara Provinsi Sulawesi Tenggara. Kabupaten ini berbentuk kepulauan, itulah kenapa lebih dikenal dengan Kepulauan Buton. Di masa silam pulau ini lebih dikenal sebagai sebuah kerajaan. Sebagai sebuah kerajaan, Buton pertama kali dipimpin oleh seorang wanita bernama Wakaaka. Setelah mangkat Wakaaka kemudian digantikan putrinya, Bula Wambona. Berturut-turut kemudian Buton dipimpin oleh Raja Batara Guru, Raja Tuarade dan Raja Mulae. Setelah Mulae mangkat, tumpuk pimpinan negeri ini dipercayakan ke menantu Raja Mulae bernama Murhum. Di masa kepemimpinan Raja Murhumlah Buton meraih kejayaan…

Menyimak Senandung Merdu Dawai dari Pulau Rote

Literasi Indonesia —Menceritakan ragam budaya Indonesia tidak akan pernah ada habisnya. Dimulai dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas hingga ke Pulau Rote, sepanjang itu pula kekayaan budaya Nusantara mengalir tak ada hentinya. Pulau Rote, misalnya, kita tak hanya mengenal tempat ini sebagai awal lahirnya topi ti’i langga. Sejenis tutup kepala bertepi lebar beranyaman daun lontar dengan cula atau antena di bagian depannya dan menjadi kebanggaan kaum adam paling autentik dari pulau ini. Tetapi di pulau ini pula, sejak abad tujuh, masyarakatnya telah terbiasa dengan sejenis alat musik berdawai yang…