Komunitas Literasi Dukung Pelestarian Bahasa Sangihe di Sulut

LITERASI INDONESIABalai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikbudristek memiliki tugas untuk membina dan mengembangkan  bahasa dan sastra Indonesia dan bahasa daerah di wilayah Sulawesi Utara (Sulut).

Salah satu peran Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara dalam bidang literasi adalah melaksanakan kegiatan Bengkel Sastra Penulisan Kreatif bagi Komunitas Baca Se-Kabupaten Sitaro. Bengkel Sastra Penulisan Kreatif tersebut menjadi praktik baik literasi yang menghasilkan karya  sastra puisi dengan menggunakan bahasa daerah. Hal ini merupakan salah satu bentuk pelestarian bahasa daerah, khususnya bahasa Sangihe dialek Siau.

Kegiatan Bengkel Sastra Penulisan Kreatif Bagi Komunitas Baca Se-Kabupaten Kepulauan Sitaro bertujuan untuk membentuk, membina, mengembangkan komunitas literasi di seluruh wilayah Sulawesi Utara.

Bengkel Sastra ini juga menjadi wadah penyaluran minat baca dan tulis serta kreativitas masyarakat dalam komunitas literasi, khususnya bagi generasi muda. Bengkel Sastra ini diharapkan bisa membangkitkan minat menulis di kalangan komunitas literasi.

Bengkel Sastra dilaksanakan selama tiga hari, yaitu tanggal 13—14 April 2021 di Aula Kantor Bupati Sitaro dan 15 April 2021 di Aula Bappeda Sitaro. Kegiatan ini diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro, Drs. Jhon Heit Palandung, M.Si. Dalam acara pembukaan, ada dua peserta yang menampilkan puisi berbahasa daerah Sangihe dialek Siau dengan diiringi musik tradisional.

Bengkel Sastra menghadirkan dua narasumber, yaitu satu narasumber lokal dan satu orang narasumber dari luar Sulawesi Utara. Narasumber lokal adalah Faradila Bachmid, S.Psi., seorang Duta Baca Provinsi Sulawesi Utara dan mempunyai Komunitas Baca Manado.

Narasumber dari luar (nasional) adalah Akbar Wicaksono, S.S., dari Komunitas Baca Jawa Tengah. Peserta mendapatkan enam materi dari narasumber, yaitu Perkembangan Literasi di Sulut dan Jawa Tengah; Bahan Bacaan Literasi dan Perjenjangan Buku; Penulisan Kreatif dalam Karya Sastra; Teknik dan Langkah-Langkah Menulis Karya Sastra; Praktik Baik dalam Membaca Karya Sastra; dan Pengelolaan dan Pembinaan Rumah Baca.  

Bengkel Sastra Penulisan Kreatif Bagi Komunitas Baca Se-Kabupaten Kepulauan Sitaro diharapkan dapat memotivasi peserta untuk membentuk komunitas literasi sehingga dapat terbentuk komunitas-komunitas  literasi baru di masyarakat. Sebagian peserta Bengkel Sastra juga sudah tergabung dalam sanggar sastra teater, seperti sanggar sastra Mudato Club, sanggar sastra Liungkendage, dan Teater Jio. (kemdikbud/Foto: Meivi Meylan/beritadaerahcoid)

Related posts