Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara Lakukan Pelindungan Sastra Lisan

Kegiatan kajian vitalitas Mai’o melibatkan beberapa orang seperti tokoh adat, masyarakat adat, pemerhati budaya, dan generasi muda. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, dan pengisian kuesioner.

Dalam pengisian kuesioner selain melibatkan orang tua, juga melibatkan 17 orang generasi muda. Dari data yang diperoleh, status sastra lisan Mai’o adalah mengalami kemunduran. Artinya, dibutuhkan tindakan revitalisasi.

Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara juga melakukan kajian vitalitas sastra lisan Salumbe di Desa Gura dan Desa Kakara, Kabupaten Halmahera Utara, pada 30 Agustus – 3 September 2021.

Penunjukan Salumbe sebagai objek kajian dilihat berdasarkan data yang sudah dikumpulkan sebelumnya pada pemetaan sastra dan berdasarkan persebaran bahasanya, yaitu di Desa Gura dan Desa Kakara.

Salumbe merupakan nyanyian rakyat yang berupa syair nasihat atau penguatan dalam pesan-pesan kepada anak yang akan berangkat ke tempat yang jauh. Nasihat yang dimaksud sesuai dengan pengalaman para penutur. Syair yang dibuat juga disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Salumbe dibawakan secara berkelompok dan dengan menggunakan alat musik tifa.

Kegiatan kajian vitalitas Salumbe melibatkan maestro, tokoh adat, masyarakat adat, pemerhati budaya, dan generasi muda. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, dan pengisian kuesioner. Maestro Salumbe (Mama Pere dan Mama Lodara) pernah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain itu, mereka juga pernah melisankan Salumbe ketika Presiden pertama RI berkunjung ke Maluku Utara tahun 1945. Dalam pengisian kuesioner yang melibatkan orang tua dan 28 orang generasi muda, diperoleh data bahwa status sastra lisan Salumbe mengalami kemunduran. Artinya, dibutuhkan tindakan revitalisasi.

Selain melakukan kegiatan konservasi sastra lisan,  kajian vitalitas sastra lisan, dan pemetaan sastra, Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara juga melakukan dan Inventarisasi Kosakata Bahasa Daerah di Kabupaten Halmahera Utara.

Pengumpulan data kosakata Bahasa Galela telah dilakukan pada tanggal 23-30 Maret 2021. Kosakata yang telah dikumpulkan diklasifikasi menjadi beberapa ranah, antara lain upacara perkawinan, kelahiran, khitan, kematian, bercocok tanam, perkebunan, pertanian, makanan, pakaian, rumah adat, tarian, nama obat dan pengobatan tradisional yang pernah ada dan hidup dalam masyarakat.

Tujuan dilakukannya inventarisasi kosakata bahasa daerah adalah untuk mengetahui leksikon budaya, istilah, dan ungkapan umum yang terdapat di Halmahera Utara. Ada dua manfaat dalam pengambilan data kosakata ini, yaitu bertambahnya kosakata bahasa Indonesia dan memberikan kontribusi dalam upaya mendukung bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. (Sumber: Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara)

Related posts