Pelindungan Paten Alat Musik Tradisional, Upaya Pelestarian Budaya

LITERASI INDONESIA – Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan, melanjutkan Prakongres Musik Tradisi Nusantara dengan topik keenam, pada Kamis (26/8) lalu. Topik keenam mengangkat tema “Keadaan Instrumen Musik Tradisi Nusantara”.

Sidang prakongres dengan topik keenam ini bertujuan mencari solusi atas permasalahan terkait instrumen atau alat musik tradisi Nusantara. Beberapa hal yang dibahas yaitu mengenai pelindungan paten, pewarisan, pengetahuan dan keterampilan, sumber daya manusia, teknologi, sumber daya alam, dan standardisasi.

Dalam sidang tersebut disepakati bahwa alat musik dan pembuat alat musik tradisional merupakan bagian penting dalam kehidupan dan perkembangan musik tradisi Nusantara. Sidang kemudian merekomendasikan beberapa hal, salah satunya terkait pelindungan hak paten.

Lembaga Manajemen Kolektif (LMK)  Musik Tradisi Nasional yang pembentukannya difasilitasi oleh Kemendikbudristek diharapkan mampu melindungi dan mengadvokasi setiap anggotanya terhadap hak paten dan klaim yang kemungkinan terjadi. Karena itulah perlu dikembangkan sebuah sistem pendataan lintas disiplin dengan deskripsi menggunakan kaidah baku pendataan alat musik tradisi Nusantara (bank data).

Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang, Kemenkumham, Dede Mia Yusanti, memaparkan materinya yang berjudul “Pelindungan Paten Alat Musik Tradisional dan Alat Musik Berbasis Tradisi”.

Dede menjelaskan mengenai beberapa prinsip dalam perlindungan paten, di antaranya melakukan pemeriksaan universal dengan cara membandingkan dengan semua dokumen di seluruh dunia. Kemudian paten diberikan kepada pendaftar pertama dan berdasarkan permohonan. Paten juga mewajibkan pemilik untuk membayar biaya tahunan.

“Beberapa paten hanya dilindungi di mana paten didaftarkan. Tetapi paten merupakan hak yang diberikan oleh negara dan diberikan terhadap invensi di bidang teknologi, berjangka waktu, dan dapat dialihkan,” ujar Dede.

Ia juga menegaskan perlu adanya pelindungan paten alat musik tradisional. Pelindungan paten tersebut diberikan apabila ada modifikasi, pengembangan, dan/atau perbaikan pada alat musik itu sendiri.

Menurutnya, saat ini banyak permohonan paten yang didasarkan pada alat musik tradisional yang telah didaftarkan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kemenkumham, yang menunjukkan bahwa alat musik tradisional berpotensi untuk dapat dikembangkan seiring dengan perkembangan teknologi.

Pelindungan paten ini terkait juga dengan keberlangsungan alat musik tradisional dari generasi ke generasi lain. Seperti yang dipaparkan narasumber lain, Rence Alfons, pendiri Molucca Bamboowind Orchestra.

Ia memaparkan materi yang berjudul “Keberlanjutan Musik Tradisi Ambon”.  Rence mengidentifikasi beberapa alat musik tradisional Ambon, di antaranya Tifa, Rebana, Marwas Totobuang, Suling Bambu, Hawaian, Ukulele, dan Musik Katreji.

Related posts