Siapa Pilihan di Saat Anda Harus Mencoret Kehadiran Sosok Penting dalam Hidup?

LITERASI INDONESIA – Dalam hidup, kita dihadapkan pada berbagai persoalan. Dan setiap persoalan, datang silih berganti, seakan tak akan ada habisnya. Itulah hidup.

Sebuah anekdot tentang bagaimana memilih person tertentu dalam menjalani hidup dengan segala persoalan itu, yang mengedepankan dengan siapa kita akan menghabiskan waktu pada sisa-sisa umur, sepertinya layak untuk terus diulas dengan berbagai sudut pandang.

Dengan siapa atau siapakah yang kita pilih? Orangtua atau saudara? Pasangan atau anak? Teman atau kawan? Maka plihan itu kadang menjadi rumit ketika kita mendeskrispsikan betapa pentingnya kehadiran mereka semua?

Lalu bila mereka ada dalam sebuah list yang harus dicoret secara bertahap, maka tidak semua orang akan menjawab dengan pilihan yang serupa. Mari kita ulas satu demi satu.

Anda bisa saja mempertahankan list pertama dengan item ‘orangtua’ sebagai pilihan teman terakhir dalam menjalani hidup ini. Tapi anda harus sadari, mereka sebagai orangtua tidak selamanya bersama kita. Dan mereka bukanlah item sepadan sebagai bagian dari teman perjalanan mengarungi bahtera hidup. Dan suatu ketika, menurut kebiasaan, mereka lebih dulu akan meninggalkan kita ke alam yang kekal tanpa persoalan seperti masa hidupnya bersama anda.

Lalu kalau anda pilih saudara, ingatlah bahwa mereka adalah sosok yang sama seperti anda. Mereka punya kebutuhan yang sama persis dengan anda, butuh waktu untuk keluarga, butuh waktu mempersiapkan masa depan dengan segala pernak-perniknya. Pun, persoalan yang mereka hadapi bisa saja lebih sulit dan rumit daripada anda sendiri.

Beralih pada teman dan kawan, mereka adalah bagian luar dari sebuah komunitas hidup yang anda jalani. Bisa jadi mereka adalah sosok yang begitu penting dalam keseharian anda, tapi mereka tidak punya beban bila melihat dan menyaksikan anda jungkir-balik dengan segala masalah hidup. Mereka bebas untuk tidak membantu atau menemani anda. Kadang anda bisa saja dibuatnya kecewa saat anda benar-benar membutuhkan kehadirannya di sisi anda.

Selanjutnya anak. Anak merupakan makhluk kesayangan setiap anda yang telah dianugerahi titipan sebagai orangtua. Anda mau bersusah payah membanting tulang demi mempersiapkan masa depan mereka agar lebih layak dan lebih segalanya dibanding anda saat ini. Tapi mereka adalah sosok yang sedang bertumbuh, berkembang untuk sesuatu yang ada dalam diri mereka sendiri. Mereka butuh waktu untuk membangun masa depan yang anda siapkan.

Lalu siapa yang akan anda coret bila anda hanya dibenarkan memilih satu item saja? Setiap orang berakal, orang yang mengetahui seluk-beluk kehidupan, mampu memaknai hidup dengan baik, maka dipastikan anda akan memilih satu-satunya item terpenting dalam hidup ini adalah pasangan.

Mengapa demikian? Kita urai lagi satu demi satu. Orangtua anda adalah mereka yang telah membangun diri anda sejak dilahirkan dengan segala kemampuan mereka. Namun mereka suatu ketika tetap akan pergi lebih dulu (secara logika umur) dari anda. Mereka akan meninggalkan anda, bahkan kadang di saat anda begitu butuh dampingan. Karena begitulah takdir di alam falaq sana, sudah tertulis sedemikian rupa.

Teman dan kawan pun, sama seperti saudara, memiliki kehidupan sendiri yang persis sama dengan anda. Kadang di saat anda baru memulai untuk berkeluh-kesah, mereka juga menyahuti anda dengan keluh-kesah yang sama. Lalu anda bisa apa? Tidak ada.

Anak? Makhluk kesayangan yang anda beri nama sejak hari pertamanya lahir, nama yang sudah anda siapkan jauh-jauh hari sebelumnya, anda sambut kedatangannya ke dunia dengan gelak tawa, pun akan memiliki kehidupan layaknya anda saat ini. Mereka akan menikah, berkeluarga, juga memiliki putra-putri seperti anda. Mereka akan disibukkan dengan persoalan-persoalan mereka sendiri.

Di saat mereka rindu mereka akan datang kepada anda, mereka datang karena butuh sesuatu. Di saat mereka pulang kepada anda, mereka pulang karena sesuatu alasan. Saat anda sakit, mereka tidak lagi bisa mendampingi anda seperti anda mendampingi mereka sejak lahir. Karena itulah anak adalah makhluk kesayangan yang bisa dibilang tendensius.

Dan terakhir, siapapun pasangan anda, sesuai dengan ketentuan dan aturan Yang Maha Kuasa, dialah yang akhirnya tempat anda menjatuhkan pilihan sebagai teman hidup sebenarnya. Dia adalah makhluk yang memiliki kekurangan luar biasa banyak di mata anda. Dia kadang punya kesalahan yang membuat anda memasang wajah merah padam. Kadang pula membuat anda kecewa dengan perilakunya yang suka menyembunyikan sesuatu dari anda agar anda tidak banyak pikiran.

Tapi ingatlah, seburuk apapun pasangan anda, dialah yang selalu ada ketika anda butuh. Saat anda sakit, dia yang akan bangun tengah malam untuk sekedar memijit kepala atau mengambilkan segelas air untuk anda minum.

Dialah yang akan menjadi pengganti tangan anda ketika anda tidak bisa menjangkau sesuatu saat anda tidak mampu. Dialah yang menjadi penopang dan tempat anda bersandar ketika ingin bangun karena jenuh sekian lama terbaring sakit. Dia pula yang akan menggantikan tugas anda mencuci, memasak, atau belanja ke pasar seperti biasanya anda lakukan.

Dia pula yang akan selalu memuji anda ketika masakan anda kurang garam atau bumbu. Dia tetap tersenyum dengan lahapnya menikmati masakan yang anda hidangkan, walau lidahnya menolak, tapi dia tetap menelannya dengan senyum di bibir.

Dia pula yang akan memuji kecantikan anda tiap saat walaupun ketika anda sama-sama sudah menua, rambut sudah memutih, kulitpun telah berkerut. Dia yang akan terus memberikan pelukan hangat saat anda ulang tahun ke tujuh puluh dengan ucapan, ‘selamat ulang tahun kekasihku tercinta’. 

Dia yang akan menjadi mata untuk anda ketika pandangan anda mulai rabun, dia akan menjadi kaki untuk anda melangkah saat penyakit menggerogoti tubuh ringkih anda yang tua dan bangka.

Dia yang akan tetap duduk berdampingan dengan secangkir teh hangat di samping anda. Bercerita kembali tentang masa-masa sulit dan bahagia yang kalian jalani bersama. Dia, ya, dia pasangan anda. (*)

Penulis: Nova Indra (Pimpinan lembaga P3SDM Melati)

Related posts