PPM- PIN UIN Raden Mas Said Surakarta Susun Buku Saku Literasi Halal

LITERASI INDONESIA – Pusat Pengkajian  Masyarakat dan Pendidikan Islam Nusantara (PPM-PIN) UIN Raden Mas Said Surakarta menyusun buku saku literasi halal. 

Sebelum diterbitkan, buku saku ini direview bersama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama. Review berlangsung secara virtual, Kamis (12/8/2021)

Hadir sebagai narasumber, Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal, BPJPH, Ahmad Umar, Koordinator Bidang Bina Auditor Halal dan Pelaku Usaha pada Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal, Khatibul Umam, ilustrator buku saku literasi halal SF. Hadir juga semua anggota tim penyusun.

Direktur PPM-PIN Abd Halim menyampaikan bahwa literasi halal adalah kebutuhan masyarakat Indonesia yang notebene merupakan masyarakat berpenduduk muslim terbesar di dunia. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan.

Review buku saku halal dilakukan untuk mematangkan konsep literasi halal dan beberapa program sosialisasi yang akan dijalankan bersama BPJPH dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam beberapa bulan ke depan. Catatan dalam review ini akan dijadikan sebagai bahan perbaikan.

Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal BPJPH, Ahmad Umar mengapresiasi kinerja PPM-PIN yang sudah menyelesaikan buku saku halal. Ia menyampaikan bahwa BPJPH membutuhkan partner untuk sama-sama menggalakkan literasi halal dengan tagline Halal Indonesia untuk Masyarakat Dunia.

Umar menyampaikan bahwa literasi halal selain menjadi kebutuhan masyarakat muslim juga menjadi kebutuhan dan bahkan menjadi sorotan warga dunia.

Ia menyampaikan harapannya bahwa buku saku literasi halal ini akan menjadi langkah dan gerakan awal untuk membangun bangsa yang sehat dan bermartabat serta mengangkat ekomoni umat. 

Koordinator Bidang Bina Auditor Halal dan Pelaku Usaha pada Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal Khatibul Umam mereview buku literasi halal secara detail terkait topik yang diangkat, regulasi-regulasi terbaru yang perlu dicantumkan hingga soal teknis dan alur pendaftaran sertifikasi halal yang sekarang sudah bisa diakses dengan mudah oleh pelaku usaha UMKM.

Ia menambahkan bahwa secara substantif, buku yang disusun sudah bagus dan sesuai dengan apa yang dikehendaki BPJPH. Hanya, buku tersebut seharusnya tidak hanya diterbitkan dalam bentuk buku tulis, namun juga diterbitkan dalam bentuk buku infografis agar mudah dipahami oleh semua kalangan.

Review buku ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi tim inti PPM-PIN untuk mematangkan program literasi halal yang dipimpin oleh Nur Kafid, selaku Peneliti PPM-PIN UIN RMS.

Ia menyampaikan bahwa persiapan program ini harus dicermati dengan detail terkait teknis pelaksanaan, keterjangkauan target dan sasaran program serta kebermanfaatannya untuk masyarakat luas. (*/kemenag)

Related posts