Tingkatkan Budaya Literasi, Perpusnas Dukung Penulis Hasilkan Bahan Bacaan

Literasi Indonesia – Persoalan budaya baca dan literasi Indonesia terletak pada sisi hulu literasi, sehingga  perlu adanya intervensi penguatan peran melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, salah satunya penulis.

Maka, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI mengajak siapapun untuk berani menuangkan ide-ide positifnya ke dalam buku. Karena siapapun yang telah menuliskan buku sesungguhnya telah terpatri di dalam keabadian jaman dan akan terus dikenang.

Hal tersebut diutarakan Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando, yang disampaikan pada gelar wicara Konten Literasi ‘Jelajah Lintas Batas’, pada Jumat (25/6/2021).

“Indonesia, menjadi negara yang kekurangan bahan bacaan. Sehingga persembahan satu buku seperti ini ibarat sebuah modal yang sangat besar bagi Perpusnas. Dengan hadirnya buku ‘Jelajah Tanpa Batas’ karya bapak Sudirman ini akan menambah khasanah ilmu pengetahuan, seperti apa yang dituliskan di dalam buku ini,” ungkapnya.

Syarif Bando berharap, buku ‘Jelajah Tanpa Batas’ ini dapat menginspirasi dan memberikan spirit kepada pembacanya untuk bisa melintas batas melampaui apa yang telah dicapai oleh penulis buku ini.

“Setiap huruf, setiap kata, setiap kalimat yang tersusun menjadi sebuah makna di dalam buku ini, diharapkan bisa menginspirasi orang yang membacanya. Dapat memotivasi, betapa seorang anak desa bisa tampil melewati lintas batas yang pernah mungkin tidak pernah dibayangkan di masa kecilnya untuk bisa berkiprah,” harapnya.

Penulis buku Biografi ‘Jelajah Tanpa Batas’ Sudirman atau yang akbar disapa Om Jens ini merupakan seorang profesional yang bekerja di bidang alat kesehatan, yang mencoba peruntungannya menulis buku.

“Selama ini sudah menjadi angan-angan saya dan memang sudah jauh hari ingin saya lakukan berbagi pengalaman yang selama ini saya dapatkan,” ungkap Pria asal Massenrempulu, Kabupaten Enrekang ini.

Menanggapi Biografi ‘Jelajah Tanpa Batas’, Surya Kresnanda, Instruktur Penulisan mengapresiasi komitmen Sudirman dalam hal menulis, apalagi bagi sebagian orang menulis itu meruapakan pekerjaan yang tidak mudah.

“Saya yakin bagi kita disini menulis itu tidak mudah. Apalagi di zaman teknologi saat ini, aktivitas menulis makin minim, membacapun begitu, tetapi pak Sudirman melakukan itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Heru Firdausi Syarif, Ketua Umum Pajero Sport Family yang merupakan teman satu komunitasnya, menilai Om Jens merupakan sosok yang bisa menempatkan diri dalam situasi apapun.

“Dengan karakter beliau yang diimbangi oleh kecerdasan dan prinsip-prinsip di dalam kehidupannya membuat Om Jens bisa menjelajahi batas dari pulau Sulawesi ke Jakarta,” terangnya.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik 2013-2019, Ida Parwati menyampaikan, buku ini wajib disebarkan dan dibaca oleh generasi muda, dan orang tua terutama yang berada di daerah. Karena melalui buku ini mengajarkan bahwa sukses bisa diraih oleh siapa saja yang lahir dimana saja dan dari asal keluarga mana saja.

“Asal memiliki tekad kuat, membangun karakter baik sejak dini kemudian bekerja dengan passion itu yang penting,” ujarnya. (sumber: perpusnas)

Related posts