Perlindungan Hak Cipta Tak Boleh Diabaikan Saat Teknologi Semakin Berkembang

Literasi Indonesia – Era digital telah mendorong perubahan perilaku masyarakat di berbagai aspek kehidupan.

Perkembangan teknologi yang kian masif bahkan turut berdampak pada perlindungan hak cipta sebagai salah satu lingkup kekayaan intelektual (KI). Berbagai teknologi pun dicetuskan para ahli bidang internet dan hak cipta.

Tujuannya, untuk memberikan perlindungan bagi hak cipta itu sendiri. Salah satu teknologi tersebut adalah software Digital Right Management (DRMs). Teknologi pengaman berupa enkripsi ini dapat digunakan oleh pemilik hak cipta untuk melindungi karya ciptanya.

Saat ini, DRMs telah dipayungi undang-undang (UU) yang tertuang dalam UU Hak Cipta No 28 Tahun 2014. Meski demikian, teknologi saja tak cukup. Untuk menjamin perlindungan hak cipta, harus disertai kecakapan pengguna internet yang bertanggung jawab.

Oleh karena itu, literasi digital menjadi kunci penting demi terwujudnya perlindungan hak cipta secara menyeluruh.

Untuk mendukung program Literasi Digital Nasional yang diinisiasi pemerintah, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar seri webinar Indonesia #MakinCakapDigital.

Kegiatan yang diselenggarakan secara virtual tersebut menjangkau 514 kabupaten atau kota seluruh Indonesia. Pada Jumat (18/6/2021), webinar dengan tema “Perlindungan Hak Cipta di Ranah Digital” diselenggarakan di 14 kabupaten dan kota di wilayah DKI Jakarta dan Banten.

Kominfo menghadirkan sejumlah ahli dan profesional sebagai narasumber webinar tersebut. Mereka adalah perwakilan Kaizen Room Rizki Ayu Febriani dan Btari Kinayungan, Kurator Naskah Ceriasantri.id Athif Thitah Amithuhu, serta Program Coordinator Tempo Institute Sopril Amir Para narasumber membahas tema utama yang berkaitan dengan digital skills, digital ethics, digital culture, dan digital safety.

Pada kesempatan tersebut, Rizki Ayu Febriani menjelaskan, digital skills adalah kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras serta peranti lunak. Rizki menyebutkan, perangkat tersebut mencakup website hingga beragam aplikasi yang tersedia di smartphone.

Related posts