Forum Rektor PTKIN Rilis Buku Model Baru Integrasi Keilmuan

Literasi Indonesia – Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) merilis buku baru berjudul Reposisi, Redefinisi, dan Reaktualisasi Model Baru Integrasi Keilmuan dalam Membangun Kedewasaan Beragama.

Buku tersebut diberi kata pengantar Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas. Sebagai editor, Direktur Rumah Moderasi Beragama IAIN Jember, Wildani Hefni.

Peluncuran buku ini dilaksanakan usai Rapat Kelulusan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) yang dihadiri para pimpinan PTKIN seluruh Indonesia yang berlangsungndi Ternate, 15 – 17 Juni 2021.

Menurut Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Babun Suharto, buku tersebut menjelaskan arah baru kajian integrasi keilmuan di PTKIN, termasuk sintesa dan diferensiasinya menyongsong kebijakan Kampus Merdeka. 

“Kita semua berada dalam satu pemahaman bahwa tidak ada dikotomi dalam ilmu, dan tidak ada pembagian kelas, pun juga tidak ada pemahaman monolitik dalam ilmu. Buku ini menggambarkan bagaimana pola sinergi dan kolaborasi yang dijalankan PTKIN dalam penguatan integrasi ilmu pengetahuan untuk melahirkan para sarjana yang ahli agama yang bisa menjelaskan dalil-dalil dengan pendekatan ilmiah,” ungkapnya, Kamis (17/6/2021) di Ternate.

Dikatakan Babun, Kementerian Agama RI saat ini menempatkan penguatan moderasi beragama sebagai kata kunci. Maka, pada tataran implementasinya, termasuk di PTKN, moderasi beragama harus menjadi konstruk pengembangan keilmuan. 

“Kami Forum Pimpinan PTKN menyadari pentingnya penyuaraan ide dan gagasan tentang tema integrasi keilmuan dalam membangun kedewasaan beragama. Karena itu, buku ini menjadi gambaran dari diskursus tersebut,” terang Babun.

Saat ini, Forum Pimpinan PTKN sedang menyiapkan buku berjudul Transformasi Digital dan Digitalisasi Literasi Keagamaan menuju Kampus Merdeka. Buku ini berisi kumpulan tulisan para Rektor PTKN di seluruh Indonesia. (*/kemenag)

Related posts