Tahun Ini Bumi Berputar Lebih Cepat, Apakah Ada Dampak pada Kehidupan Manusia?

Literasi Indonesia – Para ilmuwan membuat penemuan yang mengejutkan. Mereka menemukan bahwa Bumi mulai berputar lebih cepat yang mengakibatkan hari lebih pendek.

Setidaknya, perputaran Bumi saat ini lebih cepat dibanding kapan pun dalam 50 tahun terakhir.

Menurut catatan selama 50 tahun terakhir, rekor 28 hari tercepat atau terpendek terjadi pada 2020. Ini karena Bumi menyelesaikan rotasi di sekitar porosnya lebih cepat sekian milidetik daripada rata-rata.

Dilansir dari BBC Science Focus Magazine, Selasa (1/6/2021), hingga saat ini, para ilmuwan tidak sepenuhnya yakin apa yang menyebabkan peningkatan laju rotasi bumi yang berdampak pada panjang hari.

Ilustrasi. (Foto: theteacherpoint)

Variasi panjang hari disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk efek pasang surut Bulan dan Matahari, sambungan inti-mantel di dalam Bumi, dan distribusi massa keseluruhan di Bumi. Aktivitas seismik, glasiasi, cuaca, lautan, dan medan magnet bumi juga dapat memengaruhi panjang hari.

Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa percepatan rotasi Bumi di tahun 2021 mungkin disebabkan oleh mencairnya gletser selama abad ke-20, atau akumulasi air dalam jumlah besar di reservoir belahan bumi utara.

Kendati Bumi berputar lebih cepat saat ini, para ahli memperkirakan bahwa percepatan ini hanya sementara dan Bumi akan mulai melambat lagi di masa depan. Fenomena ini tidak akan berpengaruh pada kehidupan kita sehari-hari.

Video Rotasi Bumi (animasi)

Dikatakan ahli, dampaknya mungkin lebih dirasakan dari sisi teknologi seperti satelit GPS, smartphone, komputer, dan jaringan komunikasi yang bergantung pada sistem waktu yang akurat untuk mengukur Waktu Universal Terkoordinasi (UTC) yang digunakan semua orang untuk mengatur jam.

Dilansir dari Live Science, ketika waktu astronomi, yang ditentukan oleh waktu yang dibutuhkan Bumi untuk melakukan satu putaran penuh, menyimpang dari UTC lebih dari 0,4 detik, UTC akan menyesuaikan.

Biasanya, masalah ini dapat diatasi dengan penambahan satu detik kabisat pada akhir Juni atau Desember, sehingga waktu astronomi dan waktu atom kembali sejajar. Detik kabisat digunakan karena tren keseluruhan rotasi Bumi telah melambat sejak pengukuran satelit yang akurat pada akhir 1960-an dan awla 1970-an.

Related posts