Kreatif dan Efektif, Ketika Atap Kapal Jadi Sumber Energi

Literasi Indonesia – Ada pemandangan tak biasa tampak di galangan kapal milik PT Barokah Marine di kawasan pantai di Slamaran, Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Jawa Tengah.  Sebuah perahu nelayan bertenaga surya resmi diluncurkan. Kapal itu siap melaut.

Nelayan mengecek instalasi lampu tenaga surya (panel surya) yang terpasang di kapal miliknya di Desa Dukuhseti, Pati, Jawa Tengah. Foto: Antara Foto/ Yusuf Nugroho

Pembuatan perahu nelayan bertenaga surya itu dilakukan selama tiga bulan yang diinisiasi oleh beberapa awak business development dari Yayasan Amanah Kita Pekalongan, yaitu Idi Amin, David Susanto Ang, dan Risma Adi Candra.

Mereka memperkenalkan cara baru, di mana nelayan tak perlu lagi membeli bahan bakar minyak (BBM) sebelum pergi melaut. Mereka bisa memanfaatkan energi terbarukan yang melimpah, yaitu sinar matahari.

Panel solar cell yang ada di bagian atap kapal merupakan sumber energi. Yang tersambung langsung ke kebutuhan kelistrikan di kapal, termasuk untuk menjalankan mesin. Total energi yang dapat dihasilkan dari panel solar cell tersebut mencapai 1.000 watt.

Daya listrik itu sebagian bisa digunakan menjalankan mesin, sebagian lain untuk kebutuhan elektrikal lainnya, seperti mesin penggulung tali dan refrigerator kecil. Jika sedang tidak digunakan, panel solar cell dapat membantu mengisi (men-charge) baterai yang sudah ditanamkan di kapal agar bisa bekerja lebih lama. Dalam bentuk energi listrik, out put panel surya ini fleksibel penggunaannya.

Kapal nelayan tenaga surya ini berukuran 3 GT (gross ton), panjang 7,25 meter, dan lebar 1,8 meter. Kapal itu mampu mengangkut tiga ton muatan di dalamnya, termasuk jaring, awak, mesin, dan bagian-bagiannya. Bentuknya sama dengan kapal nelayan pada umumnya. Hanya saja di atap kapal itu  dipasangi dengan solar panel. Ada delapan lembar solar panel 120 W/18 V dan satu lembar panel 160 W/18 V. 

Kapal tersebut menggunakan motor dengan empat rangkaian baterai motor DC 3.000 Watt/48V dengan putaran maksimum 3.000 rpm. Penggerak utamanya  memang empat baterai lithium 48V/50Ah dan 1 baterai 12V/80Ah dibantu inverter 48V/1000W dan controller Mppt Multi 40A. Sambil melaju, rangkaian panel surya itu  mampu mengisi keempat baterai itu.

Output daya dari empat baterai itu setara dengan mesin diesel 12 PK. Cukup aman beroperasi di kawasan 12 km dari pantai.

Menurut pembuatnya, kapal nelayan bertenaga surya itu dapat beroperasi selama delapan jam pada kondisi cuaca normal. Baterainya merupakan produk dari perusahaan baterai dalam negeri asal Boyolali. Perahu nelayan bertenaga surya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan, karena dapat mengurangi penggunaan BBM.

“Ya harapan kita, perahu nelayan dengan solar cell ini bisa bermanfaat bagi nelayan. Dengan solar cell, nelayan mau melaut kapanpun bisa, karena ongkosnya rendah tidak perlu BBM solar lagi,” kata Idi Amin, yang juga anggota DPRD Kota Pekalongan.

Related posts