Cakap Bermedia Digital, Ini 10 Etika Berinteraksi yang Harus Dipahami

Literasi Indonesia – Perkembangan teknologi informasi yang pesat perlu diimbangi dengan literasi digital. Adapun literasi digital bukan hanya terkait kecakapan penguasaan teknologi, melainkan juga cakap dalam bermedia digital dengan penuh tanggung jawab.

Untuk meningkatkan literasi digital, pemerintah meluncurkan Program Literasi Digital Nasional pada momentum hari Kebangkitan Nasional, Kamis (20/5/2021) lalu.

Ilustrasi. (Foto: ducttapemarketing.com)

Guna mendukung Program Literasi Digital Nasional yang digagas Jokowi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital untuk meluncurkan Seri Modul Literasi Digital.

Adapun sosialisasi dan pendalaman Seri Modul Literasi Digital dilakukan dalam ranah media digital melalui seri webinar Indonesia #MakinCakapDigital. Seri webinar ini menjangkau 514 kabupaten dan kota di Provinsi DKI Jakarta dan Banten. Narasumber pada webinar ini merupakan para ahli dan profesional di bidang literasi digital.

Webinar tersebut menghadirkan berbagai narasumber, yakni dosen program studi (prodi) Manajemen dan Kebijakan Publik (MKP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yuyun Purbokusumo, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan Indah Wenerda, dan pakar terorisme global Noor Huda Ismail.

Pada webinar tersebut, Yuyuk menegaskan pentingnya bersikap etis ketika berinteraksi di media sosial. Menurutnya, berbagai hal yang disampaikan setiap orang di media sosial akan terekam sebagai jejak digital.

“Jadi, dibutuhkan etika dalam berinteraksi dengan sesama pengguna digital,” ujarnya.

Lebih lanjut Yuyuk menjelaskan, setidaknya ada 10 macam etika dalam berinteraksi di dunia digital. Kesepuluh etika tersebut adalah mengingat keberadaan orang lain, taat kepada standar perilaku online layaknya standar perilaku di dunia nyata, berpikir lebih dulu sebelum berkomentar, hormati waktu, serta menggunakan bahasa yang sopan dan santun.

Kemudian, membagi ilmu dan keahlian, menjadi pembawa damai dalam diskusi yang sehat, hormati privasi orang lain, jangan menyalahgunakan kekuasaan, serta memaafkan orang lain bila membuat kesalahan. (sumber: kompascom)

Related posts