Mau Pasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Rumah? Kini Bisa Dicicil

Literasi Indonesia – Indonesia mempunyai potensi energi baru terbarukan dari sinar matahari sepanjang tahun sebesar 207,8 gigawatt (GW).

Namun, pemanfaatan energi terbesar di muka Bumi tersebut baru sebesar 154 megawattpeak (MWp) dalam bentuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Sedangkan pemerintah sudah mencanangkan program bauran energi nasional hingga 23 persen pada tahun 2025 mendatang.

Petugas merawat panel surya yang terpasang di atap Gedung Direktorat Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (EDSM), Jakarta, Senin (24/5/2021).  ANTARA FOTO/ Aprillio Akbar

Hingga akhir 2020 capaiannya sudah sebesar 11,2 persen atau 10,6 GW dari target 24 GW energi bersih pada 2025.

Oleh karena itu pemerintah dan para pelaku industri terus berupaya mengakselerasi pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia agar bisa mengurangi penggunaan energi fosil yang tingkat ketergantungannya saat ini masih di kisaran 90 persen.

Ditargetkan, pada 2050 Indonesia sudah tidak bergantung lagi kepada energi fosil atau zero net energy.

Pemerintah pun melakukan berbagai cara agar energi baru terbarukan makin mudah dimanfaatkan di masyarakat. Termasuk pengembangan PLTS atap untuk kebutuhan rumah tangga dan gedung perkantoran.

Salah satu terobosan yang sudah dilakukan adalah menawarkan kepada masyarakat mekanisme pembelian perangkat PLTS atap untuk rumah hunian secara kredit atau bisa diangsur. Fasilitas pembiayaannya diberikan oleh Bank Mandiri, perbankan pemerintah sekaligus bank terbesar di Indonesia.

Seperti dikutip dari laman www.bankmandiri.co.id, Bank Mandiri telah menyepakati kerja sama pembiayaan PLTS atap bersama Kementerian ESDM, Dewan Energi Nasional, Satuan Kerja Khusus Pelaksana kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan PT LEN Agra Energi. Program pembiayaan ini bertujuan untuk mendukung energi hijau dan bauran energi nasional.

Menurut Senior Vice President Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus Koernianto, bentuk pembiayaannya adalah pemberian pinjaman tanpa agunan serta skema cicilan dengan kartu kredit.

“Sebagai salah satu bank BUMN dengan peran sebagai agen pembangunan, Bank Mandiri memiliki komitmen kuat dalam menjalankan praktek keuangan berkelanjutan. Hal ini diwujudkan melalui penyusunan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) yang diimplementasikan melalui tiga pilar strategis. Yaitu sustainable banking, sustainable operations dan sustainable corporate social responsibility and financial inclusion,” katanya.

Salah satu inisiatif dalam pilar sustainable banking adalah pembiayaan kepada sektor-sektor berkelanjutan seperti energi baru terbarukan. Pembiayaan tersebut dapat disalurkan kepada korporasi ataupun masyarakat ritel. Bank Mandiri pun memilih optimalisasi pembiayaan PLTS atap untuk rumah hunian sebagai salah satu sumber energi baru terbarukan. 

Untuk tahap awal skema pembiayaan akan diberikan kepada nasabah Bank Mandiri, antara lain, pegawai pemerintahan dan swasta yang menyalurkan pendapatan tetapnya dalam bentuk rekening payroll. Konsumen yang ingin memiliki fasilitas listrik bersih dengan cara dicicil ini hanya perlu mengisi aplikasi permohonan kredit PLTS atap di kantor-kantor Bank Mandiri.

Jangan lupa untuk melengkapi dokumen aplikasi pemohonan kredit dengan identitas wajib seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang masih berlaku. Josephus seperti dikutip dari Antara, Rabu (19/5/2021) mengatakan, melalui skema payroll ini, konsumen dapat mengajukan limit maksimal hingga sebesar Rp1 miliar untuk pembelian PLTS atap rumah hunian. Jangka waktu kredit yang diberikan adalah sebesar maksimal 15 tahun atau 180 bulan.

Related posts