Napak Tilas ke Situs Manusia Kerdil di Gua Liang Bua

Literasi Indonesia – Keindahan yang dimiliki oleh Nusa Tenggara Timur (NTT), memang tidak diragukan lagi. Melancong ke Nusa Tenggara Timur rasanya tak melulu harus datang ke destinasi yang sudah sering dikunjungi oleh wisatawan lokal atau mancanegara.

Liang Bua Ruteng. Foto: Pesona Indonesia

Potensi pariwisata yang dimiliki NTT memang luar biasa dan digadang-gadang menjadi “The Next Bali”. Banyak juga yang memberi julukan “NTT adalah Surga Indonesia” atau “NTT Seperti Dunia Lain di Nusantara” . Tak heran bila majalah Focus dari Jerman menyebutkan bahwa Nusa Tenggara Timur sebagai pulai terindah di dunia.

Provinsi ini menyimpan begitu banyak keajaiban termasuk destinasi wisata yang eksotis di Pulau Timor serta bukit berwarna Khalebamadja di Sabu Raijua, apalagi transportasi ke NTT sudah tidak mengalami hambatan sama sekali. Salah satu pulau yang menyimpan banyak keindahan NTT adalah Pulau Flores.

Banyak hal-hal menarik yang akan kita temukan dari pulau yang satu ini, begitu juga dengan Oleh-oleh khas nya seperti kopi Flores dan kain Tenun yang sudah dikenal oleh masyarakat luas.

Kopi khas pulau Flores ini memiliki cita rasa yang unik dan lezat sehingga kita tidak akan menemukannya di kopi-kopi pada umumnya sehingga kopi ini seringkali digunakan sebagai oleh-oleh, begitu juga dengan kain tenunnya.

Selain itu, Pulau Flores juga terdapat situs purbakala yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan. Gua Liang Bua. yang berlokasi di Dusun Rampasasa, Desa Liangbua, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Flores merupakan salah satu situs arkeologi penting dunia.

Tentu ini sangat menarik! Di gua inilah ditemukan fosil Homo Floresiensis. Yang membuatnya unik adalah, banyak penelitian menunjukkan manusia purba yang ditemukan berukuran kecil atau kerdil. Pada 2001 ditemukan fosil yang hanya memiliki tinggi 100 cm dengan berat yang diperkirakan hanya 25 kg.

Informasi tersebut merupakan hasil penelitian yang dilakukan tahun 2001 yang merupakan kerjasama antara University of New England, Australia dengan Arkeolog Nasional. Manusia purba yang ada di gua ini memang mencuri perhatian dunia arkeologi karena dari berat dan tingginya mirip Hobbit.

Fosil ini ditemukan pada 2003 yang membuat nama Gua Liang Bua menjadi dikenal seluruh dunia. Nama Liang Bua sendiri diambil dari bahasa Manggarai berarti gua atau lubang sejuk.  Gua ini adalah gua karst yang terbentuk karena proses cuaca.

Gua ini menjadi tempat tinggal bagi manusia Homo Floresiensis atau Hobbit dari Flores, ini terlihat dengan ditemukan potongan rangka, rahang bawah, perkakas bekas Homo Erectus, serta sisa-sisa tulang Stegodon (gajah purba) kerdil, biawak raksasa, serta tikus besar.

Related posts