Sebelum Ditutup, Saksikan Pameran Virtual Hardiknas Tahun 2021

Literasi Indonesia – Mendikbud Ristek Nadiem Makarim membuka Pameran Virtual Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2021 secara daring pada Jumat (21/5).

Pameran virtual Hardiknas merupakan salah satu bagian dari rangkaian acara dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2021.

“Pameran ini juga merupakan bagian dari keterbukaan informasi publik yang disajikan untuk masyarakat secara langsung dengan menampilkan berbagai program dan capaian kebijakan Merdeka Belajar yang telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,” ucap Nadiem.

Pameran ini berlangsung mulai hari ini (21 Mei 2021) sampai dengan tanggal 23 Mei 2021. Dan rencananya, menurut informasi dari laman pameran tersebut, akan diperpanjang hingga 25 Mei mendatang. Pameran tersebut menyajikan program Merdeka Belajar dari episode satu sampai sepuluh serta berbagai layanan dan program lainnya yang telah dikembangkan oleh Kemendikbudristek.

Untuk dapat mengunjungi pameran virtual ini, Anda harus mendaftar terlebih dahulu melalui laman pameranhardiknas.com dan setelah selesai mendaftar, Anda akan menjumpai area lobi yang menyediakan layanan obrolan langsung (live chat) seputar kegiatan pameran. Fasilitas tersebut berlangsung mulai pukul 09.00—15.00 WIB.

Kemudian, pada bagian selanjutnya akan ditemui tampilan layaknya suasana pameran yang terdiri atas stan-stan penyedia informasi dan publikasi dari satuan kerja di lingkungan Kemendikbudristek.

Pertama, stan Penelitian dan Pengembangan Perbukuan serta Arkeologi menampilkan informasi dan layanan balitbang dan perbukuan, antara lain asesmen nasional, hasil penelitian kebijakan, sistem perbukuan, hasil penelitian bidang arkeologi, dan jurnal ilmiah.

Kedua, stan Pendidikan Tinggi yang menampilkan informasi program layanan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, baik dalam bentuk infografik maupun video, khususnya terkait implementasi kebijakan Kampus Merdeka, Kedai Raka, dan program pendanaan (matching fund) dari Ditjen Dikti. Kemudian, ada delapan kegiatan di luar program studi (prodi) dan prestasi mahasiswa.

Related posts