Kamus Bahasa Indonesia – Tok Pisin Diluncurkan di KBRI Port Moresby

Literasi Indonesia – Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby, Papua Nugini bersama dengan Duta Besar RI untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon meluncurkan Kamus Bahasa Indonesia-Tok Pisin di KBRI Port Moresby, Selasa pekan lalu.

Inisiasi ini muncul dari kebutuhan pemelajar BIPA di sekolah dan universitas guna menunjang proses belajar mereka secara mandiri.

“Ini sudah lama ditunggu oleh para pemelajar di sekolah dan perguruan tinggi. Hal ini dikarenakan dalam proses belajar secara mandiri, seringkali pemelajar menghadapi kendala dalam memahami kata baru yang ditemuinya tanpa dukungan buku kamus,” ungkap Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud), Chaerun Anwar.

“Saya berharap dengan tumbuhnya minat belajar Bahasa Indonesia yang tinggi akan semakin banyak alumni SMA dan perguruan tinggi di Papua Nugini melanjutkan studi di Indonesia untuk meraih gelar sarjana magister dan doktor,” imbuhnya.

Lebih lanjut dalam pengantarnya, Duta Besar Papua Nugini, Andriana Supandy menggarisbawahi pernyataan Presiden RI Bapak Joko Widodo yang memandang bahwa Papua Nugini dan Kepulauan Solomon adalah negara tetangga yang bersahabat dan mempunyai peran strategis bagi Indonesia.

“Indonesia baik dengan PNG maupun SI berbagi banyak kesamaan, khususnya dengan lima provinsi yang memiliki demografi penduduk berkarakter Melanesia sama seperti di PNG dan SI. Jumlah penduduk berkarakter Melanesia di lima provinsi tersebut mencapai 13.017.287 jiwa atau sekitar 40% dari total penduduk 20 negara / wilayah Pasifik Selatan yang berjumlah 31 juta jiwa,” tutur Andriana Supandy.

Kesamaan suku bangsa dan akar bahasa ibu yang relatif mirip menurutnya merupakan salah satu aspek perekat antara Indonesia dengan kedua negara tersebut. Tidak hanya dengan provinsi berkarakter Melanesia saja, Bahasa Tok-pisin sebagai bahasa Ibu di PNG dan SI juga merupakan salah satu bahasa resmi. Karena memiliki kesamaan gramatikal bunyi dan tulisan dengan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, bahasa Indonesia akan mudah dipelajari oleh penutur Bahasa Tok-pisin.

Pada kesempatan tersebut, Atdikbud Chaerun Anwar menyampaikan bahwa pemelajar BIPA di Papua Nugini menurut data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) berjumlah 6.425 pemelajar. Capaian ini menduduki peringkat ke 4 sebagai negara dengan jumlah pemelajar BIPA terbanyak.

Terdapat beberapa tempat yang menyelenggarakan pengajaran bahasa Indonesia secara formal, seperti University of Papua New Guinea (UPNG), University of Goroka (UOG), Lae Secondary School, Inonda High School, Asia Pacific Institute of Applied Social Economic and Tech-nical Studies (APIASETS), Josephnesia 9 Mile Mc Gregor Barracks NCD, 5 Mile NCD, Saraga 6 Mile NCD, serta Goldie Central Province. (SP/Gambar Ilustrasi: travel.detik.com)

Related posts