Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade Informatika Asia Pasifik ke-15

Literasi Indonesia –  Di tengah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19), untuk ketiga kalinya Indonesia  menjadi tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade Informatika Asia-Pasifik – Asia Pacific Informatics Olympiad (APIO).

Tahun ini, APIO ke-15 diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Prestasi Nasional bekerja sama dengan Ikatan Alumni Tim Olimpiade Komputer Indonesia (IA-TOKI) secara dalam jaringan pada 21 s.d. 26 Mei 2021.

Pelaksana tugas (plt.) Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Ainun Na’im menyambut para peserta APIO 2021 dan mengapresiasi para orang tua dan pendidik yang terus memberikan semangat belajar di tengah pandemi Covid-19.

“Saya ucapkan selamat datang bagi seluruh peserta APIO 2021. Apresiasi yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada para orang tua dan guru yang telah mendukung dan membangun semangat para siswa untuk tetap bersemangat belajar dan membangun eksistensi diri melalui aktivitas-aktivitas positif seperti mengikuti kompetisi dan lomba,” disampaikan Ainun saat membuka acara secara virtual di Bogor, pada Jumat (21/5) lalu.

Melalui APIO 2021, Ainun menegaskan bahwa di tengah pandemi Covid-19 kita semua harus terus bersemangat untuk terus bertransformasi dan menciptakan lompatan-lompatan kemajuan di bidang prestasi informatika.

“Saya selalu meyakini bahwa pandemi bukanlah satu-satunya tantangan yang kita hadapi. Di depan, masih membentang sederet tantangan yang harus kita lalui bersama. Tantangan akan menjadi peluang apabila kita bersama mampu saling silih asah, silih asuh, dan silih asih,” ujar Ainun.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional, Asep Sukmayadi mengatakan APIO menjadi salah satu wadah kompetisi, instrumen dan epistemologis dari kompetisi sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran yaitu kemajuan softskill, khususnya di bidang informatika.

“Berbagai aktivitas lomba, kompetisi, dan festival merupakan salah satu wadah dalam menumbuhkan semangat belajar di kalangan generasi muda,” ujar Asep.

Bagi Indonesia, APIO selain menjadi ajang kompetisi, juga dijadikan sebagai latihan tim Indonesia menuju International Olympiad in Informatics (IOI) tahun 2021 serta persiapan menjadi tuan rumah IOI tahun 2022 yang rencananya akan diikuti oleh 88 negara.

“Jadikan semua ini luar biasa, terus kembangkan prestasi, semangat pantang menyerah dengan tetap mengutamakan kejujuran. Berkompetisi bukan semata-mata meraih prestasi tertinggi tapi ada hal yang luar biasa di baliknya yaitu menumbuhkan karakter dan mental positif, salah satunya kejujuran,” ucap Asep.

APIO 2021 diikuti oleh 952 siswa dari negara Asia Pasifik di antaranya Armenia, Australia, Azerbaijan, Bangladesh, China, Georgia, Hongkong, India, Indonesia, Iran, Japan, Jordan, Kazakhstan, Korea, Kyrgyzstan, Macao, Malaysia, Mongolia, Mesir, Selandia Baru, Palestina, Filipina, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Sri Lanka, Syria, Taiwan, Tajikistan, Thailand, Turki, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Vietnam. Indonesia sendiri menempatkan 17 siswanya untuk berlaga pada ajang APIO 2021 dan paling banyak berasal dari Provinsi Jawa Timur sebanyak 6 siswa dan DKI Jakarta sebanyak 5 siswa.

Mengenai kompetisinya secara spesifik, Kepala Komite Penyelenggara APIO 2021, Brian Marcel menjelaskan bahwa pada Sabtu (22/05) akan menjadi awal dari jendela kompetisi selama 48 jam. Di mana setiap tim bisa memilih 5 jam untuk kompetisi mereka sendiri dan untuk melaksanakan perlombaan. Setelah 48 jam, pada Senin (24/05) panitia akan membuka kontes terbuka. Kontes terbuka secara khusus di disain untuk mempromosikan informatika kepada semua orang.

“Jadi mohon untuk mengajak semua murid-murid yang tidak mendaftar untuk berpartisipasi di dalam kontes terbuka,” ucapnya. (SP)

Related posts