Beasiswa Gelar dan Non Gelar Pendidikan Vokasi Siapkan SDM Unggul dan Profesional

Literasi Indonesia – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyalurkan program beasiswa gelar dan non-gelar pendidikan vokasi. 

Program yang ditujukan untuk guru, dosen, siswa, dan mahasiswa ini bertujuan untuk menyiapkan SDM unggul vokasi menghadapi transformasi pendidikan.

Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Ahmad Saufi menyampaikan transformasi dan relevansi pendidikan vokasi ini menjadi tantangan di tengah kemajuan teknologi dan industrialisasi yang pesat.

Melalui program kolaboratif inilah, Kemendikbudristek, yaitu Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi berupaya menyelesaikan persoalan pembangunan SDM yang masih dihadapi.

Persoalan tersebut antara lain: 1) Keterbatasan SDM vokasi dalam mengakses program-program beasiswa pengembangan pendidikan vokasi; 2) kualifikasi dan kompetensi SDM vokasi yang perlu terus diselaraskan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri; 3) skill set dan life skill SDM vokasi yang perlu diperbarui sehingga dapat relevan di tengah perubahan industri yang cepat, dan 4) pemenuhan jumlah tenaga pendidik vokasi yang perlu ditambah untuk memenuhi kebutuhan guru dan dosen vokasi yang produktif.

“Bagaimana menciptakan insan vokasi yang sesuai kebutuhan DUDI dan akses yang selama ini belum terlihat, melalui program beasiswa vokasi dapat menjawab janji Presiden untuk meningkatkan SDM vokasi agar lebih unggul,”ujar Ahmad Saufi saat diskusi dengan media di Jakarta, pada Jumat (21/5).

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi, Beny Bandanadjaja, mengatakan lewat program beasiswa ini, guru dan dosen vokasi dapat mengenyam pendidikan lanjutan di perguruan tinggi, baik dalam dan luar negeri. Harapannya, lanjut Benny dapat tercipta pengajar vokasi yang memiliki pemahaman dan pengetahuan lebih terhadap dunia vokasi.

“Sehingga mereka dapat membuat pendidikan vokasi di Indonesia makin maju. Apalagi selama ini masih banyak pengajar vokasi yang tidak memiliki background pendidikan vokasi,” kata Beny.

Bersama LPDP, Beny mengatakan bahwa beasiswa vokasi ini akan lebih mudah dijangkau dan meyakini program ini berbeda dibandingkan beasiswa LPDP pada umumnya.

“Kalau sebelumnya yang ditangani LPDP itu kan cakupannya sangat luas, satu Indonesia, mencakup seluruh kementerian. Untuk kali ini tidak, kita fokus di Kemendikbudristek. Sehingga, kita sudah paham para pendaftar dan tahu kualitas mereka. Ini akan membuat penyaringan menjadi tidak terlalu ketat,” ucapnya.

Related posts