LOOKAT, Topi Ramah Lingkungan Karya Siswa SMAN 11 Bandung

Bandung, Literasi Indonesia – “Eco not ego.” Itulah pesan yang ingin disampaikan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 11 Bandung yang tergabung dalam ekstrakurikuler (ekskul) Elecra Student Company melalui produk LOOKAT, sebuah topi ramah lingkungan.

Dengan bahan dasar kain organik yang dipadu desain bucket hat kekinian, LOOKAT berhasil menjadi The Most Innovative Product dalam ajang Regional Student Company Competition Tahun 2020.

Selain itu, ada lima kategori juara yang diraih pada ajang yang sama. Yakni, The Best Financial Manager, The Best VP of Finance, The Best VP of Public Relation, The Best VP of Finance, The Best President Director, dan Best Student Company. Sampai saat ini, tak kurang 100 topi telah terjual dengan laba kotor mencapai Rp7,5 juta.

Presiden Direktur Elecra Student Company, Putri Latiefa Rachma menjelaskan, produk buatannya tak hanya ditujukan untuk profit, melainkan bisa menumbuhkan kecintaan lingkungan konsumennya. 

“Karena, kalau bisnis hanya bertujuan mencari profit, itu enggak baik untuk ke depannya. Kita ingin produk kita memiliki manfaat yang lebih untuk orang lain,” ungkap Putri di SMAN 11 Bandung, Rabu (5/5)

Fokus pada lingkungan, menurutnya, tak lepas dari riset yang sudah dilakukan perusahaan. Sehingga, semua telah berbasis data dan valid. Ia pun menemukan fakta bahwa merujuk data National Geographic, di masa depan akan terjadi kerusakan lingkungan yang disebabkan banyaknya limbah yang tak terdaur ulang. 

Hal tersebut diperkuat dengan riset yang dilakukan dengan membagikan kuisioner kepada 140 responden yang terdiri dari siswa dan mahasiswa.

“Hasilnya, 72% dari 140 responden tak peduli pada lingkungan hidup, tetapi 90% responden tertarik dengan fashion,” jelas siswa kelas XI tersebut. 

Dengan kondisi demikian, LOOKAT hadir untuk mengelaborasi temuan tersebut. Sedangkan dalam proses produksi, tambah siswa jurusan bahasa tersebut, ada empat fase yang dilalui. Yakni, pembelian bahan, produksi, quality control process, dan packaging. Beberapa jenis kain organik yang digunakan, antara lain linen, katun, dan goni.

“Semua bahan tersebut sangat ramah lingkungan. Sedangkan di fase produksi, kami memberdayakan lima penjahit lokal,” ucapnya.


Setelah membeli produk, lanjut Putri, konsumen juga akan mendapatkan tanaman sekulen dalam kemasan. Sekulen tersebut adalah simbol sekaligus ajakan kepada para konsumen agar menjaga lingkungan dimulai dari hal-hal kecil.

Meski masih disebut sebagai miniatur perusahaan, namun Elecra Student Company sudah mengaplikasikan manajemen keuangan layaknya perusahaan besar, dengan mendaftarkan saham kepada publik.

Dalam skala ini, pihaknya menerima pembelian 100 lembar saham yang sasarannya adalah guru, orang tua siswa maupun peserta didik yang datang saat peluncuran produk.  

“Saat awal launching, kita menjual 1 lembar saham sebesar Rp41 ribu. Sampai saat ini, saham tersebut telah naik 37,3% atau Rp56.310 per lembar,” ungkapnya. 

Ia pun mengajak seluruh siswa di Jawa Barat untuk mewujudkan mimpinya sebagai entrepreneur. Semua bisa dimulai dari hal-hal kecil, sesuai moto Elecra Student Company, “It all start with the little things“.

Sementara itu Kepala SMAN 11 Bandung, Yeni Gantini pun sangat mengapresiasi prestasi yang diraih oleh siswanya. Disertai nilai cinta lingkungan yang ditawarkan produk buatan siswanya, Yeni meyakini, mereka akan leading saat terjun ke masyarakat nanti. 

“Kami juga meyakini para siswa telah menjawab tantangan pembelajaran abad 21 dengan menguasai skill 4K. Yakni kritis, komunikatif, kolaboratif, dan kreatif,” ujarnya. 

Capaian tersebut menunjukkan keberhasilan ekskul Student Company untuk mengembangkan potensi para siswa di bidang kewirausahaan.

“Dengan konsep miniatur perusahaan, mereka seolah telah berperan dalam sebuah perusahaan serta melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik,” tuturnya.

Selain Putri yang berperan sebagai presiden direktur, ada lima divisi lain yang dipimpin oleh wakil presiden direktur (VP). Yakni, VP of Human Resources, Naufal Ramzi, VP of Public Relations (Miska Salsabila), VP of Marketing (Refa Kaiani), VP of Production (Nabila Syifa Wardhani), dan VP of Finance (Raden Ayu Shofia Mardlotillah Safitri).

Seorang siswa sekaligus anggota Elecra Student Company, Miska Salsabila mengaku mendapatkan banyak manfaat dari ekskul tersebut, terlebih dalam mengembangkan minat di bidang kewirausahaan.

“Saya memang minat berwirausaha, tapi bingung mulainya dari mana. Nah, setelah masuk Student Company, saya jadi lebih tahu bagaimana proses membuat produk dan mengembangkannya,” ungkap Vice President of Public Relations Elecra Student Company itu. (*/disdikjabar)

Related posts