Sacred Art and Spiritual Gathering, Angkat Ritual Budaya Nusantara

Jakarta, Literasi Indonesia – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendorong penyelenggaraan pagelaran yang bertajuk “Sacred Art and Spiritual Gathering”. Pergelaran acara tersebut akan dilaksanakan pada 3-7 Agustus 2022 di Pura Gunung Kawi, Gianyar, Bali.

Melalui Rapat Koordinasi yang diselenggarakan pada tanggal 31 Maret 2021 di Ruang Rapat Stellar, Pullman Hotel Jakarta, Kemenko PMK berupaya mendapatkan mendapatkan informasi yang komprehensif mengenai rangkaian acara Sacred Art and Spiritual Gathering yang diinisiasi oleh Lokaswara dan mendapatkan dukungan dari Kementerian/Lembaga terkait.

Selain itu, Rapat tersebut juga merupakan upaya Kemenko PMK dalam mengoordinasikan kebudayaan Indonesia yang beragam, termasuk seni yang menjadi bagian dari sebuah ritual dan bernilai sakral.

Sebagai informasi, peningkatan kerja sama internasional di bidang kebudayaan merupakan salah satu amanat dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017. Pada pasal 35 ayat (1) dinyatakan bahwa pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan untuk meningkatkan peran aktif dan pengaruh Indonesia dalam hubungan internasional.

Upaya yang bisa dilakukan dalam melaksanakan amanat Undang-Undang tersebut adalah dengan menggunakan kebudayaan sebagai salah satu media diplomasi internasional.

“Terkait dengan penyelenggaraan Sacred Art and Spiritual Gathering, perlu dilakukan pengkajian terhadap penyelenggaraan kegiatan dimaksud untuk melihat nilai kepatutan karena kegiatan ini akan menampilkan beberapa tarian yang memiliki nilai spiritual, hal ini perlu dilakukan agar tidak bertentangan dengan masyarakat sekitar dan sampai saat ini belum pernah dilakukan penampilan seni dan budaya di lokasi Pura Gunung Kawi, biasanya kegiatan yang bertajuk seni dan budaya dilakukan di Pura Goa Gajah, Kecamatan Blahbatu, Kabupaten Gianyar,” ungkap Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga, Kemenko PMK, Nyoman Shuida, dalam pengantar Rapat Koordinasi.

Penyelenggaraan pagelaran budaya di Bali merupakan salah satu upaya pembukaan Bali yang sangat perlu dilakukan untuk meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat dengan mengaktifkan kembali pariwisatanya. Pemerintah perlu memastikan kepada dunia bahwa Bali aman untuk dikunjungi.

Kegiatan ini direncanakan akan mengundang World Health Organization (WHO). Selain itu kegiatan ini juga akan mengundang perwakilan Duta Besar dan Organisasi Dunia yang ada di Indonesia atau berlokasi di Jakarta.

“Pura Gunung Kawi dipilih menjadi venue pagelaran dengan mempertimbangkan bahwa pura tersebut adalah pura kuno di Tampaksiring, Bali yang sudah ditetapkan menjadi World Cultural Heritage oleh UNESCO. Pura Gunung Kawi dipercaya mampu menciptakan suasana tenang dalam upaya membangkitkan spiritualitas manusia. Untuk menyukseskan pagelaran Sacred Art and Spiritual Gathering, Lokaswara menawarkan kerja sama dengan Kemenko PMK selaku Kementerian Koordinator yang membidangi Kebudayaan,” ungkap Franki Raden, Direktur Lokaswara.

Dalam rapat tersebut, turut dihadiri pula oleh Perwakilan Kementerian/Lembaga terkait, seperti Kemenkomarves, Kemendikbud, Kemen LHK, Kemenparekraf, dan Kemenlu. (*/pmk)

Related posts