Peran Penting Pustakawan Tingkatkan Budaya Baca

Malang, Literasi Indonesia – Untuk membudayakan masyarakat gemar membaca, Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang menggelar seminar kepustakawanan bertema peranan dan tantangan pustakawan dalam rangka pembudayaan gemar membaca di era disrupsi di Hotel Atria Kota Malang, Selasa (23/3).

Wali kota Malang,  Sutiaji mengatakan, perpustakaan menjadi punggawa dan wahana mencerdaskan anak bangsa. Kecerdasan otaknya, kecerdasan intelektualnya, juga dibarengi dengan kecerdasan spiritualnya.

Ia juga berpesan untuk turut berperan dalam mendorong pembudayaan gemar membaca di Kota Malang. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, bahwa pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat.

“Saudara telah dikukuhkan menjadi salah satu pengurus kunci bagaimana literasi di Kota Malang ke depannya akan bagus. Saya percaya saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, laksanakan amanat tersebut,”ujarnya usai mengukuhkan Pengurus Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kota Malang periode 2021-2024.

Sutiaji juga menyerahkan sertifikat akreditasi perpustakaan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia kepada enam lembaga perpustakaan di Kota Malang, di antaranya Perpustakaan SD Anak Saleh Malang, Perpustakaan SMP N 3 Malang, Perpustakaan SMP N 9 Malang, Perpustakaan SMP N 13 Malang, Perpustakaan SMK Telkom Malang, dan Perpustakaan Universitas Negeri Malang.

“Ini akan menjadi salah satu upaya dan usaha kita mendorong Malang menjadi Malang Smart City, yang golnya adalah mewujudkan Malang yang bermartabat,”imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Pjs. Kepala Dispussipda Kota Malang Suwarjana, mengungkapkan, peserta seminar kepustakawanan ini tak hanya diikuti peserta yang hadir secara langsung yang menerapkan protokol kesehatan ketat, tetapi juga diikuti oleh peserta secara daring.

“Peserta yang mengikuti live streaming berasal dari wilayah Jawa Timur meliputi Malang Raya, Pasuruan, Kediri, Sidoarjo, Surabaya, Jember, Pamekasan, dan Tulungagung. Sedangkan peserta dari luar wilayah Jawa Timur meliputi Aceh, Bekasi, Indramayu, Tegal, Slawi dan Boyolali,”imbuhnya.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yakni Sekretaris Pengurus Daerah IPI Provinsi Jatim Sudjarwo, Kepala Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Mufid serta moderator Setiawan  dari Universitas Negeri Malang. (*/infopublik/mc-malang)

Related posts