Teknologi Digital, Tumpuan Utama Keberlangsungan Pendidikan

Jakarta, Literasi Indonesia – Pandemi corona Covid-19 hingga kini menjadi isu utama.  Masyarakat harus bisa beradaptasi dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin sesuai anjuran dari pemerintah.

Banyak sektor yang perlu diperhatikan oleh pemerintah saat ini, mulai dari sektor pendidikan, dan juga kesehatan. Pandemi Covid-19 yang belum bisa dipastikan kapan akan berakhir, pemanfaatan teknologi menjadi cara yang paling tepat agar roda pendidikan bisa tetap berlangsung dan terus berjalan.

“Yang utama dan paling penting adalah jaringan, bahwa pemerintah harus memastikan bahwa jaringan internet di Indonesia bisa dinikmati oleh rakyat Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Pemerintah harus memastikan bahwa wilayah-wilayah yang jumlah penduduknya sedikit dan pengguna jaringan telekomunikasinya sedikit, mereka pun punya hak untuk bisa mendapatkan akses jaringan internet yang baik” kata anggota Komisi I DPR RI Charles Honoris beberapa waktu lalu di Jakarta.

Menyikapi segala persoalan tersebut, tentunya para pelaku pendidikan juga harus mampu beradaptasi secara cepat. Walaupun selama ini dunia pendidikan tidak terlalu akrab dengan penggunaan teknlogi sebagai media pembelajaran.

“Kalau pun jaringan dan sinyal sduah bagus, namun para pelaku pendidikan tidak mampu menjalankan sistem pendidikan dengan teknologi tersebut, mereka akan jenuh dan menyerah suatu saat,” demikiansebut Nova Indra, pimpinan lembaga Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P3SDM) Melati yang dihubungi media ini melalui pesan pendek.

Menurutnya, akan ada saja alasan para guru untuk meminta pembelajaran tatap muka. Dimulai dari alasan siswa kesulitan, yang pada kenyataannya gurulah yang kesulitan untuk beradaptasi dengan teknologi.

Kini, di tengah wacana pembukaan sekolah tatap muka pada tahun pelajaran baru nanti, pandemi Covid-19 masih menghantui. Semua pihak tentu tidak ingin sekolah menjadi kalster sebaran virus tersebut di kemudian hari.

“Generasi muda kita yang tengah menjadi siswa saat ini adalah harapan semua pihak untuk masa depan, jangan korbankan hanya karena sistem dan kemampuan pendidik yang belum matang,” tegas Nova. (ist)

Related posts