Mengenal ISO 21001:2018; Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan

Literasi Indonesia – Secara ringkasnya, standar ini adalah upaya untuk memberikan panduan (yang berupa persyaratan) kepada organisasi pendidikan baik formal maupun non formal dalam mengatur sistemisasi manajemennya.

Pada pendahuluannya, standar ini kembali menegaskan bahwa fungsi panduan ini adalah sebagai alat manajemen untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi pendidikan.

Yang spesial dari standar ini adalah sasaran yang dinginkan, yaitu: 1) Persyaratan dari peserta didik, penerima manfaat lainnya, staff (tenaga pendidik dan tenaga kependidikan) dan pelanggan terpenuhi; 2) Secara bersamaan, interaksi dengan pihak terkait dinaikkan pada level yang lebih tinggi.

Penegasan poin ke dua pada sasaran di atas, tidak didapatkan pada standar ISO 9001. Hal ini akan berdampak pada kebijakan, ruang lingkup penerapan sistem dan dokumentasinya. Selain itu, manfaat yang dapat dipetik ketika telah menerapkan sistem ini adalah: 1) Keselarasan yang lebih baik antara Sasaran, strategi dan program dengan kebijakan termasuk di dalamnya adalah visi dan misi. 2) Dapat memenuhi tanggungjawab sosial untuk menyediakan pendidikan yang inklusif dan terbuka bagi siapapun serta mampu melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dan melakukan penelitian sebagai manivestasi tanggungjawab sosial. 3) Organisasi pendidikan mampu memberikan respon yang efektif dan mampu menyediakan pendidikan yang memenuhi kebutuhan seluruh peserta didik termasuk yang berkebutuhan khusus, peserta didik jarak jauh serta memberikan kesempatan untuk terus belajar (long life education).

4) Membuat proses-proses yang konsisten serta alat evaluasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi. 5) Meningkatnya kredibilitas organisasi pendidikan. 6) Menunjukkan komitmen organisasi pendidikan yang kuat dalam menyelenggarakan praktik pendidikan yang efektif. 7) Menggunakan sistem ini sebagai alat untuk membentuk budaya pengembangan organisasi pendidikan. 8) Harmonisasi antar standar pendidikan yang berlaku baik regional, nasional maupun standar-Internasional. 9) Partisipasi yang lebih dari para pihak yang berkepentingan (stake holder). 10) Stimulus bagi terciptanya keunggulan dan inovasi.

Siapa yang bisa menerapkan standar ini?

Standar ini dapat diterapkan oleh organisasi manapun yang menggunakan kurikulum untuk meningkatkan kompetensi melalui pengajaran, pembelajaran atau penelitian. Seperti standar ISO versi lainnya, standar ini tidak mempersyaratkan besar/kecilnya organisasi untuk menerapkannya. Jadi, organisasi formal maupun non formal kecill maupun besar dapat menerapkan dan tersertifikasi dengan standar ini.

Related posts