Penelitian Tindakan Kelas? Kenali Karakteristiknya

Literasi Indonesia – Mengapa begitu penting pelaksanaan PTK? Hal itu karena penelitian tindakan kelas memang mempunyai kelebihan nyata, yaitu mampu memberikan ide, perlakuan atau treatment riil berupa tindakan perbaikan praktis, yang bisa dirasakan langsung oleh para responden yaitu guru atau siswa yang diteliti.

Guru sebagai pendidik diharapkan dapat menjadi lebih peka terhadap permasalahan pembelajaran. Hal tersebut ditujukan agar guru dapat mengidentifikasikan permasalahan kelas, menyusun rancangan pembelajaran terbaik, dan menemukan solusi atau memberikan alternatif pembelajaran di kelas.

Secara definitif, PTK atau Classs Action Research diartikan sebagai the way groups of people can organize the conditions under which they can learn from their own experiences and make their experiences accessible to others.

Secara mudah dapat dipahami bahwa penelitian tindakan adalah cara sekelompok orang, dalam hal ini guru, dapat mengorganisasi kondisi dimana mereka dapat belajar dari pengalaman mereka sendiri, dan membuat pengalaman tersebut diakses oleh yang lain.

Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian tindakan kelas mempunyai karakteristik yang berbeda dengan metode penelitian konvensional. Karakter PTK tidak sama dengan penelitian deskripstif, expost facto, experiment, dan penelitian quasi experiment, yang posisinya banyak digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

Karakteristik penting dalam penelitian tindakan kelas, menurut beberapa ahli adalah:

  1. Problem yang dipecahkan merupakan persoalan praktis yang dihadapi peneliti dalam kehidupan profesi sehari-hari;
  2. Peneliti memberikan perlakuan atau treatment yang berupa tindakan terencana, untuk memecahkan permasalahan, sekaligus meningkatkan kualitas yang dapat dirasakan implikasinya oleh subjek yang diteliti;
  3. Guru dan siswa adalah orang yang berpartisipasi langsung dalam proses belajar mengajar, dan sebagai sumber utama dalam proses penelitian tindakan kelas;
  4. Langkah-langkah penelitian yang direncanakan, selalu dalam bentuk siklus atau tingkatan, atau daur yang memungkinkan terjadinya peningkatan perbaikan dalam setiap siklusnya. Setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi;
  5. Adanya langkah berpikir reflektif yang dilakukan oleh para peneliti baik sesudah maupun sebelum tindakan dilakukan.

Dari karakteristik tersebut, jelas bahwa para pelaku atau praktisi pendidikan harus mempunyai keyakinan atau self-reflektif bahwa ada problem yang harus dipecahkan. Juga harus dipahami, penelitian tindakan kelas berdaur ulang, mempunyai prinsip kolaboratif dan partisipatif yang akan memperbaiki praktik, dengan pendekatan alamiah.

Mari lakukan perbaikan untuk profesi, sekaligus mengabdikan diri guna perbaikan kualitas generasi.

Penulis: Nova Indra (Direktur Pusat Pengkajian & Pengembangan Sumber Daya Manusia – P3SDM – Melati)

Related posts