Seniman Musik Apresiasi Terobosan Pemerintah Lindungi Musik Tradisional

Jakarta, Literasi Indonesia – Pada puncak peringatan Hari Musik Nasional Tahun 2021, di Jakarta, pada Senin (15/03), seniman Gilang Ramadhan menyatakan hari musik adalah hari pemersatu dan menjadi kebanggaan bagi para musisi dari seluruh Nusantara.

“Sudah saatnya kekayaan musik tradisional dikelola secara manajemen modern layaknya musik pop. Musik tradisional pada umumnya akan lebih memberikan daya tarik di kancah internasional sebagai kebanggaan Indonesia. LMK sangat dibutuhkan oleh musisi tradisional di era digital. Dengan adanya LMK, integritas musisi tradisional akan terjaga dan lebih memotivasi mereka dalam berkaya,” kata Gilang.

Pada puncak Peringatan Hari Musik 2021, juga dilakukan penyerahan Surat Pernyataan Ciptaan Musik Tradisi kepada tiga seniman tradisional.

Mereka adalah Irwansyah Harahap, seniman asal Medan Sumatera Utara dengan jenis ciptaannya Bunga Rampai dengan judul ciptaannya Getar Asia (Asian Vibration); Blacius Subono seniman pendalang asal Surakarta, Jawa Tengah dengan jenis ciptaannya Karawitan dengan judul ciptaanya Lungiting Rasa; dan Rino Deza Pati, senimal asal Riau dengan jenis ciptaannya Bunga Rampai dengan judul ciptannya Kompilasi Musik Riau Rythm Chambers Indonesia.

Setelah menerima surat pernyataan, Irwansyah Harahap sangat berbahagia, karena satu lagu dalam kompilasi album Fajar di Atas Awan diabadikan atas kerja sama antara Kemdikbud dan KemkumHAM sehingga mendapatkan sertifikasi seperti ini.

“Saya membayangkan perjalanan panjang yang telah dilalui hingga akhirnya hari ini apa yang saya lakukan telah diakui dan dilindungi oleh pemerintah” ujarnya.

Selanjutnya, Balcius Subono mengapresiasi terobosan yang menjadikan musik tradisional bagian yang tak terpisahkan dari kebudayaan ini.

“Saya berharap musik tradisi tidak terpinggirkan dan menjadi bagian hidup yang tidak terpisahkan dari budaya,” ujarnya.

Sementara itu mewakili Riau Rythm, Rino Deza Pati sangat mengapresasi terobosan yang dilakukan oleh Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud dalam mendorong pelindungan hak musisi tradisi.

“Pengakuan ini menjadi penting bagi keberlangsungan karya musik tradisi di Nusantara Indonesia ini. Kami sebagai pelaku musik tradisi dan musik inovatif yang berbasis dari tradisi merasa bisa menjadi lebih kreatif di masa pandemi ini karena hal yang paling penting adalah panggung digital sehingga kami bisa menembus kancah dunia,” ujarnya. (SP)

Related posts