Sebagai Pusat Ilmu Pengetahuan, Anggaran Perpusnas Perlu Diefisienkan

Jakarta, Literasi Indonesia — Anggota Komisi X DPR RI Adrianus Asia Sidot menyarankan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI agar diefisienkan penggunaannya.

Pengawasan pun menjadi keniscayaan untuk dilakukan supaya terhindar dari penyelewengan, mengingat anggaran Perpusnas sangat kecil.

“Besaran anggaran Perpusnas hanya Rp 675 miliar lebih. Memang yang dilakukan Perpusnas sangat terbatas. Padahal, peran perpustakaan sangat penting sebagai pusat ilmu pengetahuan, pusat pemberdayaan masyarakat, dan pusat kebudayaan,” kata Adrianus saat rapat dengan Perpusnas secara virtual, Selasa (22/9).

Dikatakan politisi Partai Golkar ini, karena anggaran Perpusnas sudah final, maka yang perlu diefektifkan adalah penggunaan anggarannya selain juga pengawasan.

“Pengawasan pemanfaatan anggaran harus diperketat agar penyimpangan dapat ditekan sekecil mungkin,” ujar legislator asal Kalimantan Barat tersebut.

Dia melanjutkan, peran Perpusnas sangat strategis dalam pembangunan SDM berkualitas sesuai visi nasional.

Namun, seperti diketahui, saat ini kondisi sosial dan ekonomi sedang mengalami kesulitan. Dan Perpusnas dengan anggaran yang kecil itu diimbau mampu memanfaakannya sesuai sasaran dan tujuannya. (parlementaria/mh/sf)

Related posts

Leave a Comment