Empat Alasan Mengapa Guru Harus Menulis

Literasi Indnesia — Menulis, merupakan sesuatu kebutuhan dan tuntutan di era global saat ini. Menjadi sama dengan tuntutan dan tantangan teknologi informasi dan komunikasi.

Menulis merupakan suatu hal yang sangat tepat sekali bagi guru. Artinya, dengan guru menulis, anak didik akan sangat mudah untuk memperoleh atau mendapatkan referensi bermanfaat untuk orang banyak, generasi, anak cucu, di masa depan.

Sebaiknya, menulis diawali dari sebuah hobi dan sesuatu yang menyenangkan. Menulis haruslah memiliki motivasi dan alasan yang kuat .

Mengapa  guru  harus menulis?  Susahnya seseorang melahirkan tulisan, selain masalah tidak punya hobi dan memiliki motivasi serta alasan yang kuat untuk menulis, sebagian orang malas untuk menulis  karena  takut salah dan dan takut gagal. Sehingga sudah tertanam dalam pikiran atau mindsetnya, menulis itu dianggap sesuatu yang membosankan, menyulitkan, dan menghabiskan waktu, susah mencari ide dan inspirasi, takut gagal, serta masih banyak hal lainnya.

Untuk itu saat ini, akan penulis coba membahas  mengapa guru harus menulis.

1. Berbagi ilmu dan pengalaman yang bisa bermafa’at utuk orang banyak

Inilah satu alasan mengapa penulis termotivasi menulis dan ikut workshop menulis. Karena dengan menulis, ilmu dan pengetahuan akan bertambah.

Artinya, dengan semakin sering dan banyak menulis , maka akan sering dan senang untuk membaca. Dengan sering dan senang membaca, otomatis ilmu dan pengetahuan akan bertambah. Sekaligus telah menebarkan  kebaikan di dunia ini, dan akan menjadi ilmu yang bermanfaat. Meskipun jasad telah hancur, yakinlah InsyaAllah pahalanya akan terus mengalir meskipun sudah tiada. Karya tulis akan diingat, dan akan selalu dikenang oleh generasi berikutnya, termasuk anak-cucu. Dengan begitu, meskipun umur manusia terbatas, dengan menulis mebuat usia bertambah dan lebih panjang.

2. Sebagai ajang aktualisasi diri yang efektif

Meskipun tidak berlaku untuk semua orang, menulis bisa menjadi sebuah ajang aktualisasi diri dan meraih kepuasan tersendiri bagi seseorang yang memmilikii hobi. Misalkan ketika seseorang memiliki uneg-uneg di hati yang tidak tersalurkan, ia dapat mengeluarkan gagasan, ide, pokok pikirannya, sehingga bisa diakomodasi dengan menulis.

3. Sebagai ajang untuk peningkatan karir

Sesuai dengan tuntutan ASN dalam kenaikan pangkat guru, dituntut harus menulis atau membuat karya tulis ilmiah. Dengan guru menulis, Insya Allah guru sangat terbantu untuk menunjang kenaikan pangkatdan golongannya lebih tinggi. Artinya dengan pangkat golongannnya naik, secara otomatis karirpun akan melejit.

4. Manfaat pendidikan, pencerahan dan dakwah

Syuhada berjuang dengan tetesan darah, para Ulama berjuang dengan goresan pena, di mana bagi keduanya terdapat kemuliaan yang tiada duanya. Ya, keduanya sama-sama merupakan pengemban misi untuk membuat dunia ini menjadi lebih cerah dengan cahaya Islam.

Semua orang bisa menyebutkan, tidak sedikit karya tulis yang mampu menggerakkan orang untuk bisa menindas dan menyakiti bangsa lain. Di sisi yang berlawanan, juga bisa menyebutkan berbagai macam tulisan yang mendorong orang lain untuk saling mengasihi, menyayangi, dan menginspirasi dalam karya dan prestasi. Bayangkan, berawal dari tulisan.

Dari sebuah tulisan sederhana, terciptalah perubahan di dunia. Bila ingin menjadi pemain dalam menciptakan perubahan, atau hanya ingin sekedar lewat di dunia begitu saja tanpa meninggalkan apapun.

Demikian empat hal kenapa guru harus menulis. Menulis ternyata merupakan aktivitas yang sangat bermanfaat dan mengasyikkan. Bagaimana dengan mereka yang passionnya bukan menulis? Apapun passionnya, orang pasti bisa menulis, apalagi menulis tentang passionnya itu.

Semoga artikel singkat ini bermanfaat buat guru, sahabat pembaca semuanya. Apakah ada kelebihan dan alasan lain mengapa guru harus menulis? Ditunggu, mohon komentarnya. (*)

Penulis: Syafriadi.M, Ag, M.Pd.I

Related posts

Leave a Comment